Laksono

Laksono

1p

4 comments posted · 0 followers · following 0

11 years ago @ The Malaysian Insider - Dialog antara agama: A... · 0 replies · +1 points

hadi laksono hplpambudi@gmail.com 12 Agt (1 hari yang lalu)
ke Anna
Ar-Ra’d 13:15-16 Walillaahi yasjudu man fii ssamaawaati wal-ardhi thaw'an wakarhan wazhilaaluhum bilghuduwwi wal-aasaal, Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
Qul man rabbu ssamaawaati wal-ardhi qulillaahu qul afattakhadztum min duunihi awliyaa-a laa yamlikuuna li-anfusihim naf'an walaa dharran qul hal yastawii l-a'maa walbashiiru am hal tastawii zhzhulumaatu wannuuru am ja'aluu lillaahi syurakaa-a khalaquu kakhalqihi fatasyaabaha lkhalqu 'alayhim qulillaahu khaaliqu kulli syay-in wahuwa lwaahidu lqahhaar, Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah".....
Ayat tersebut menjelaskan adanya “man” di langit dan di Bumi. Lalu siapa yg dimaksud “man” di dalam ayat ini?
1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “man” tetapi disebut “maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “man” bermakna “Siapa” dan “maa” bermakna “Apa”.
2. Ciri-ciri “man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
Sujud dengan taat kepada Allah; Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan Memiliki bayang-bayang.
3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.
4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “man” adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.
5. Juga tidak mungkin yang maksud “man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.
6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.
7. Maka yang dimaksud dengan “man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia ,yaitu mahkluk yang mempunyai akal pikiran dan kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.
ŮŽ
Ya’juj wa Ma’juj (Gog dan Magog)
Dajjal dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan “ Di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh semua muslim , Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, Dia tidak hanya mengaku sebagai nabi, bahkan juga sebagai tuhan.”
Muncul hal-hal yang luar biasa melalui kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia , dia dapat membunuh manusia lalu menghidupkannya kembali.
Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam.
Kemudian Nabi Isa mencari Dajjal dan menemukannya di Bab Lud (di Syiria) lalu nabi Isa membunuhnya.
Tugas besar Nabi Isa as itu sesungguhnya lebih besar dari yang kita bayangkan, bukan sekedar menyampaikan syari'at kepada bani Israel di masa lalu, bukan juga sekedar membunuh Dajjal , namun juga Isa Almasih benar-benar ditugaskan Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari bencana yang lebih besar lagi, yaitu Ya'juj dan Ma'juj.
Ya'juj & Ma'juj muncul membuat huru hara sesudah peristiwa ditumpasnya Dajjal dan Bani Isra'el oleh Imam Mahdi dan Isa Almasih, melalui suatu peperangan dahsyat yang memakan banyak korban jiwa maupun materiil.
Hanya Allah yang mengetahui ihwal kejadian yang sebenarnya mengenai misteri Ya'juj dan Ma'juj dan tidak menutup kemungkinan, bahwa mereka bukanlah termasuk penduduk bumi (berdasarkan cara munculnya yaitu turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi).
Rasulullah Muhammad saw bersabda : Maka saat mereka telah keluar (dari dinding yang menghalangi mereka), Allah SWT berfirman kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba yang tidak akan mampu diperangi oleh siapapun (Ya’juj dan Ma'juj), maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu (manusia) ke Gunung Thur (Thursina)”. (HR. Ahmad, Muslim & Tirmidzi dari An Nawwas)
Pada 12 Agustus 2014 07.21, hadi laksono <hplpambudi@gmail.com> hadi laksono hplpambudi@gmail.com 08.42 (24 menit yang lalu)
menulis ke Anna :
Bu Anna, Yakin adanya Hari Kiamat ataupun percaya pada kitab kitab adalah salah rukun iman, yaitu beriman kepada: (1) ALLAH SWT , (2) Malaikat-malaikat , (3) Kitab-kitab , (4) Rasul-rasul ,(5) Hari Kiamat , (6) Qada dan Qadar
Jadi " Injil ", "zabur " dan " Taurat" harus kita yakini itu kitab kitab ciptaan Tuhan, maka dapat terbuktikan bahwa ternyata 1 hari = 1000 tahun pun di Injil juga ada dan kita tidak boleh mengoreksi/ ataupun hal hal seperti yang tertulis pada http://tinyurl.com/9xwrbqw

11 years ago @ The Malaysian Insider - Dialog antara agama: A... · 0 replies · +1 points

Menurut Nabi Muhammad SAW bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum kelihatan salah satunya dabbah , yang dimaksud dengan dabbah ialah makhluk hidup , mungkin pula dabbah ialah apa yang melata di atau luar bumi / langit, Dabbaah (makhluk hidup yang memiliki jasad kasar, baik jantan maupun betina, baik berakal maupun tidak berakal).
An-Naml 27:82 Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
Apabila Alien / UFO termasuk salah satu dabbah, dimana saat ini melihat bentuknya digambarkan mempunyai kepala yang besar dan bila ini bisa diidentikan dengan otak/ pikiran maka tampaknya mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan, soal cerdas atau tidak, kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, maka untuk bisa menembusnya diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.
Pertanyaannya sekarang, apakah manusia di alam semesta bima sakti yang sangat luas ini hidup sendirian?
Pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang” ,Al-Quran menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. , tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi sepertinya diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang.
---------------------------------------------------------------------------
Rasulullah pernah mengisyaratkan, tentang keberadaan sesosok manusia Penghuni Langit, yang bernama Uways (Uwais) Al Qorni, Rasulullah SAW bersabda : Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qorni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya. Sesudah itu beliau, memandang kepada Ali bin Abi Thalib r.a. dan Umar bin Khattab r.a. lalu bersabda : Suatu saat apabila kalian bertemu dengan dia mintalah do’a dan istighfarnya, karena dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi.
Rasulullah S.A.W bersabda: "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya."
Sesudah itu Rasulullah S.A.W, memandang kepada sayyidina Ali K.W dan sayyidina Umar R.A dan bersabda:
"Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi."
hadi laksono hplpambudi@gmail.com 12 Agt (1 hari yang lalu)

ke Anna

Dengan hormat bu Anna selamat pagi dan semoga sehat sehat ,
Saya sudah membaca sepintas tulisan pada http://tinyurl.com/9xwrbqw , saya sudah memaklumi bahwa ada perbedaan pengertian selama ini dan ini terjadi sejak jaman " Romawi" dulu dan sulit / nggak bisa diketemu ketemu kan , karena mungkin pola berpikir yang berbeda atau niat seseorang dalam membahas yang berbeda.
Menyadari akan hal ini , maka saya coba ketemukan hal hal yang sama saja , dan mengingat 1 hari akherat = 1000 tahun bumi, Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu ( As Sajdah 32:5). Ada lebih dari 10 surat dalam Al Qur’an yang menerangkan dan termasuk juga ada dalam AlKitab
Alkitab : [2 Petrus 3 : 8] Akan tetapi, ..., yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun ....ini merupakan data teknis saja dan tidak perlu dipersepsikan oleh masing masing masing dan juga data ini jarang dimengerti oleh kita ataupun para penceramah selama ini, bahwa 1 hari akherat = 1000 tahun dunia..... hal ini ada dalam beberapa ( hampir 10 ) surat dalam AlQura'an dan ada 1 atau 2 di dalam AlKitab Injil ( yang 1 lagi belum ketemu ) maka diharapkan bahwa data ini masih asli / tidak ada perubahan sehingga selanjutnya dapat menjadi landasan berfikir Alkitab mana yang sebaiknya kita percaya.
Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadi kajian Bu Anna dkk.
Pada 11 Agustus 2014 11.06, hadi laksono <hplpambudi@gmail.com> menulis:
Sebagai informasi tambahan " pada saat akhir jaman... saat kemunculan DAJJAL" waktu Imam Mahdi memimpin ibadah... tiba tiba kedatangan Nabi Isa dan saat ditawarkan kepada Nabi Isa untuk ganti memimpin ibadah ... beliau mempersilahkan tetap melanjutkan dan ikut dalam Ibadah tersebut...Mengetahui Nabi Isa muncul...maka DAJJAL ketakutan dan lari terbirit birit...dst
Pada 12 Agustus 2014 07.15, hadi laksono <hplpambudi@gmail.com> menulis:

11 years ago @ The Malaysian Insider - Dialog antara agama: A... · 0 replies · +1 points


Kalau membahas " sesungguhnya Isa Al-Masih itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat "
Disini jelas sesuai kalimat diatas bahwa Isa Al-Masih akan hanya memberikan pengetahuan tentang hari kiamat ... "bukan menentukan kapan kiamatnya " dan ini sesuai dengan apa yang kemarin saya infokan bahwa besok itu Nabi Isa Almasih akan datang lagi ke dunia dari langit ke dua untuk mengklarifikasi dan berkaitan dajjal di akhir akhir jaman .... Nabi Muhammad pun tidak melanjutan ( diam ) , karena beliau sebagai manusia tetap bahwa " selain Allah tidak ada yang tahu kapan kiamatnya "
Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (AL-A’raaf 7 :187)
Mereka menanyakan kepadamu tentang hari akhir : “Kapankah terjadinya ?”. Katakanlah:”Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan nya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya.
Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yg akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah (an-Najm 53: 57)
Nabi Muhammad SAW bersabda : Kiamat tidak akan terjadi sebelum kelihatan 10 macam tanda
1) Ad-Dukhaan, asap atau kabut
(2) Dajjal
(3) Dabbaah
(4) Matahari terbit dari barat
(5) Turunnya Isa al masih
(6) Ya’juj Ma’juj
(7) Gerhana di timur
(8) Gerhana di barat
(9) Gerhana di wilayah arab
(10) Api menyala di Yaman menghalau umat manusia ke mahsyar.”
Saya senang bisa berdiskusi dengan Bu Anna, silahkan apabila masih perlu klarifikasi lebih lanjut
Pada 11 Agustus 2014 06.56, Anna <Anna@idionline.info> menulis:
Menurut Nabi Muhammad SAW bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum kelihatan salah satunya dabbah , yang dimaksud dengan dabbah ialah makhluk hidup , mungkin pula dabbah ialah apa yang melata di atau luar bumi / langit, Dabbaah (makhluk hidup yang memiliki jasad kasar, baik jantan maupun betina, baik berakal maupun tidak berakal).
An-Naml 27:82 Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
Apabila Alien / UFO termasuk salah satu dabbah, dimana saat ini melihat bentuknya digambarkan mempunyai kepala yang besar dan bila ini bisa diidentikan dengan otak/ pikiran maka tampaknya mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan, soal cerdas atau tidak, kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, maka untuk bisa menembusnya diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.
Pertanyaannya sekarang, apakah manusia di alam semesta bima sakti yang sangat luas ini hidup sendirian?
Pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang” ,Al-Quran menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. , tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi sepertinya diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang.
--------------------------------------------------------------------------- ,

11 years ago @ The Malaysian Insider - Dialog antara agama: A... · 0 replies · +1 points


Alkitab : [2 Petrus 3 : 8] Akan tetapi, ..., yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun ....
[Al Hajj 22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
“Wal-ardha madadnaahaa wa-alqaynaa fiihaa rawaasiya wa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin bahiij Tabshiratan wadzikraa likulli 'abdin muniib”
Zaman Nabi Muhammad (Nabi yang terakhir ) terdiri 5 ( lima ) periode , periode ke 3 : kerajaan Umayyah – Azassiyah – Uthmaniah , selanjutnya periode ke - 4 : sekarang, pada fase ini kedatangan satu fitnah Al-Masih dan Ad Dajjal – akhirnya akan turun Nabi Isa dan Imam Mahdi , selanjutnya periode ke - 5 : pada fase ini dunia akan kembali diperintah mengikut cara Nabi berasaskan syariat Islam - Setelah habis bercerita 5 fase tersebut tiba tiba Rasululloh diam ----- tamat / akhir Zaman?.
Hal ini bisa dipertimbang kan juga dari surat An-Naazi’aat :46 sebagai berikut :
Ka-annahum yawma yarawnahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan aw dhuhaahaa
[An-Naazi’aat 79:46] Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
[ Thaa haa 20:103] mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)"
Nahnu a'lamu bimaa yaquuluuna idz yaquulu amtsaluhum thariiqatan in labitstum illaa yawmaa
[ThaaHaa 20:104] Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja".
Ada makna apa pada Surat Thaa haa 103 diatas, mengingat dalam Al Quran itu berisi hal hal yang penting, tidak sekedar perbincangan yang salah dan perihal ini sudah beberapa kali tertulis, apakah ini dikaitkan dengan waktu kiamat yang 10 hari,... :”Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS AL-A’raaf 7 :187)

Anna <Anna@idionline.info>
Selamat malam saudara Laksono,

Senang bisa kenal saudara Laksono dalam diskusi lewat email. Bagaimana kabar saudara? Baik,bukan? Maaf jika kami baru membalas email saudara karena ada sedikit kesibukan.

Kami memahami pernyataan saudara Laksono, dalam Kitab Nabi saudara dan Kitab Allah menyataan perhitungan yang sama bahwa satu hari sama dengan seribu tahun bagi Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan itu dalam keberadaan-Nya tidak dapat dibatasi oleh waktu maupun proses-proses alamiah, Tuhan itu melampaui waktu karena Dialah yang menciptakan waktu.

Saudara Laksono, hari-hari dalam ukuran Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. Karena Tuhan adalah Allah yang kekal tidak terikat oleh waktu sedangkan manusia bersifat fana, hidupnya singkat seperti rumput. Kitab Allah menuliskan; "Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga" (Kitab, Zabur 103:16). Jelas ayat ini menyatakan bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia bukan?

Saudara Laksono, mari kita baca ayat suci ini. "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari" (Kitab, Surat 2 Petrus 3:8-9) Ayat ini tidak hanya menyatakan betapa singkat dan rapuhnya hidup di dunia ini, namun hidup manusia di duni ini bergantung pada Allah yang kekal serta tidak ingin manusia binasa karena dosa. Bukankah, manusia ingin diselamatkan dan dibenarkan pada hari kedatangan-Nya?

Bagaimana menurut saudara Laksono, perkataan siapa yang saudara percaya memberikan kesejahteraan bagi saudara di dunia dan di akhirat?

"Isa bersabda: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Demikianlah tanggapan yang dapat kami sampaikan, kiranya menolong saudara Laksono. Dalam kesempatan ini kami juga melampirkan traktat 5 Langkah Keselamatan dengan membaca dan merenungkan isi dari taraktat kami harap saudara Laksono memahami hidup kekal dalam Isa Al-Masih.

Wassalam

Anna
Staf, Isa dan Islam